Showing posts with label bisnis. Show all posts
Showing posts with label bisnis. Show all posts

Tuesday, February 25, 2014

Feasibility Study, Contoh Penulisan Versi Sederhana (Bagian III)

Di bagian sebelumnya, saya telah menjelaskan format penulisan feasibility study. Seperti apa contoh penulisan feasibility study pada bisnis atau projek? Berikut ini saya akan memberi gambaran sederhana seperti apa contoh feasibility study yang semoga bisa menjadi referensi anda dalam membuat feasibility study. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, beberapa institusi memiliki format tersendiri untuk feasibility study. Ada baiknya anda memastikan dulu format dari feasibility study yang disyaratkan.

Secara umum, feasibility study harusnya mencakup TELOS seperti yang saya jelaskan di artikel seri ini yang pertama: "Pelajari Seberapa Realistis Suatu Bisnis atau Projek". Dengan menganalisis TELOS secara menyuruh dan mencantumkannya pada draft feasibility study, akan lebih mudah untuk membuat feasibility study sesuai dengan format yang diminta. Lalu, seperti apa contoh dari feasibility study? Berikut contoh sederhana dari saya diurutkan sesuai daftar isi.

Contoh Bisnis: Gatot Kaca Airlines (Hanya Contoh)


Cover Letter (Bisa ada bisa tidak)

Anda dapat mencari contoh cover letter di google atau mengikuti sampel atau draft yang disediakan oleh lembaga yang meminta feasibility study. Bagian ini sepertinya tidak mesti dijelaskan

Lembar Cover

Bagian ini dapat berasal dari lembaga yang meminta feasibility study, atau dirancang sendiri oleh anda. Jika anda membuat feasibility study untuk bisnis anda, ada baiknya anda membuat cover yang dirancang dengan rapih dan menarik. Mungkin ini akan membuat anda lebih menghargai karya anda sekaligus membuat anda tidak bosan untuk terus menganalisis feasibility study yang anda buat demi kemajuan bisnis.

Daftar Isi

Saya pikir tak perlu dijelaskan

Deskripsi Bisnis

"Bertumbuhnya kelas menengah di Indonesia membuat industri penerbangan terus bertumbuh selama beberapa tahun belakangan. Penerbangan murah, atau low cost carrier, merupakan segmen yang menjadi primadona karena peluang yang masih terbuka lebar. Untuk itulah Gatot Kaca Airlines beroperasi melayani penerbangan di seluruh bandara di Indonesia. Bisnis ini memiliki 75 armada pesawat dengan kapasitas penumpang total mencapai 15.000 penumpang. Dengan moto 'otot kawat tulang baja', bisnis ini memberi nuansa penerbangan yang menyamankan 'otot kawat' penumpang dengan kualitas keamanan pesawat berlapis 'tulang baja' dari pesawat yang tersedia." (ini hanya contoh)

Paragraf diatas adalah contoh deskripsi dari bisnis Gatot Kaca Airlines. Menjelaskan tentang mengapa mereka berbisnis, siapa target pengguna, apa sumber daya yang dimiliki, dan value apa yang diberikan kepada pelanggan. Jika anda mencantumkan opini pada deskripsi bisnis, ada baiknya mencantumkan data, fakta, atau teori yang memperkuat landasan dari opini tersebut.

Studi Kelayakan Pasar

"Pangsa pasar low cast carrier diperkirakan sebesar 70% dari total penumpang pesawat di Indonesia. Jika dilihat dari revenue yang dihasilkan, segmen low cost carrier berkontribusi terhadap 50% dari total revenue yang dihasilkan dari usaha penerbangan. Di tahun 2014, industri penerbangan diperkirakan bertumbuh sebesar 13%, dari sebelumnya sebesar Rp.300 trilyun menjadi Rp.339 trilyun. (data: sumber riset pasar yang digunakan).

Gatot Kaca Airlines menargetkan mampu menguasai pendapatan sebesar 4% dari pangsa pasar pendapatan industri penerbangan di tahun pertama peluncuran layanan. Itu berarti setara dengan pendapatan sebesar Rp12 trilyun rupiah per tahun. Dari hasil olah data yang kami lakukan melalui pendapatan kompetitor, bujet marketing, dan kapasitas pesawat dimiliki, target ini sulit untuk tercapai. Kapasitas total penumpang yang diangkut Gatot Kaca Airlines dalam 1 tahun maksimum adalah 40 juta penumpang. Dengan harga rata-rata tiket pesawat sebesar Rp. 800 ribu/penumpang, Gatot Kaca Airlines harus mencapai tingkat okupansi pesawat mencapai 37,5%. Tingkat okupansi ini jauh diatas rata-rata tingkat okupansi industri airlines saat pertama diluncurkan, yaitu 22%. Meski saat ini, tingkat okupansi rata-rata industri airlines mencapai 40%." (ini hanya contoh)

Contoh diatas menunjukkan data tentang analisis kuantitatif dari segmen pasar yang sedang dikaji. Studi kelayakan pasar sebaiknya dilengkapi dengan data penunjang seperti pangsa pasar, customer behavior, data relatif dari kompetitor, dan potensi pertumbuhan pasar. Selain itu, data dan fakta dari sumber terpercaya yang tidak hanya berasal dari satu pihak akan membuat feasibility study ini semakin akurat. Jangan lupa cantumkan kesimpulan, solusi, atau poin penting yang menyoroti kelayakan pasar dari bisnis atau projek yang sedang dikaji.

Studi Kelayakan Organisasi

"Gatot Kaca Airlines didirikan oleh dua pemuda yang sangat passionate di dunia penerbangan, meskipun tidak melanjutkan studi di bidang penerbangan. Mereka belum memiliki pengalaman bermain di industri penerbangan dan sebelumnya berprofesi sebagai investor pasar modal. Perusahaan ini didanai melalui 30% dana pribadi para pendiri, 50% berasal dari dana investasi pihak lain, dan 20% berasal dari pendanaan Bank. Perusahaan telah beroperasi sejak Desember 2013 dengan jumlah pegawai sebanyak 450 orang." (ini hanya contoh)

Bagian ini menjelaskan kondisi bisnis beserta struktur korporasi. Idealnya, studi kelayakan organisasi harus memiliki:
  • Deskripsi dari struktur bisnis (yang memiliki bisnis)
  • Deskripsi dari struktur organisasi (yang menjalankan bisnis)
  • Prinsip-prinsip yang dianut bisnis
  • Informasi tentang keterampilan para personel di dalam organisasi

Studi Kelayakan Teknis

"Gatot kaca airlines memiliki 75 pesawat berusia 5 tahun, dengan garansi perawatan dari produsen pesawat selama 10 tahun. Selain itu, bisnis ini juga terdiri dari 73 tenaga ahli yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun untuk mengatasi hal teknis terkait permasalahan pesawat, pelayanan pelanggan, dan navigasi di udara. Sistem teknologi gatot kaca airlines merupakan versi terbaik berdasarkan survei jurnal tertentu (cantumkan nama jurnalnya) untuk industri pesawat di tahun 2012." (Ini hanya contoh)

Studi kelayakan teknis akan menjelaskan detail tentang bagaimana bisnis dapat memberikan produk atau layanan yang dijanjikan. Detail tersebut meliputi material, tenaga kerja, transportasi, lokasi bisnis, teknologi yang dibutuhkan, dll. Ada baiknya bagian ini ditulis dengan memberi referensi perangkat canggih yang digunakan untuk mengatasi masalah dan rencana jangka panjang. Jika anda menemui pembaca yang cenderung terstruktur, membuat flow chart dari bisnis anda berproduksi hingga sampai ke pelanggan akan membantu memudahkan mereka memahami proses bisnis.

Studi Kelayakan Finansial

"Bisnis Gatot Kaca Airlines membutuhkan modal awal sebesar Rp. 30 trilyun rupiah. Modal ini diperoleh melalui dana sebesar 80% dari investor dan 20% dari pinjaman lembaga finansial. Modal ini akan digunakan untuk membeli pesawat, melengkapi infrastruktur, merekrut pegawai, melakukan pemasaran, dan mengurus perizinan. Dengan proyeksi keuangan yang telah ditargetkan, bisnis ini diperkirakan mengalami payback period setelah 6 tahun dengan tingkat IRR sebesar 12%." (Ini hanya contoh)

Studi kelayakan finansial dibuat untuk memberi pandangan kepada pembaca seberapa menguntungkan bisnis ini. Akan lebih baik jika anda menganalisis kondisi finansial secara menyeluruh agar mengetahui seberapa baik kesehatan finansial dari bisnis. Namun, ada kondisi dimana feasibility study dibuat untuk menarik investor. Setidaknya, sebuah feasibility study yang dapat dijadikan acuan untuk bagian finansial memiliki tiga hal berikut:
  • Kebutuhan modal awal.
  • Sumber modal awal.
  • Potensi imbal hasil bagi investor (dapat parameter seperti: ROI, ROE, ROA, NPV, IRR, dll).

Studi Kelayakan Hukum

Bagian ini bisa jadi bersifat opsional. Ada beberapa pihak yang meminta adanya kajian hukum. Bagian ini dapat diisi dengan menampilkan peraturan hukum yang terkait dan seperti apa kelayakan bisnis atau projek untuk memenuhi peraturan tersebut.

Kesimpulan Studi Kelayakan

"Dari hasil studi kelayanan yang dilakukan, bisnis memenuhi 320 dari total 398 parameter yang dianalisis. Bagian yang harus diatasi gatot kaca airlines berada kelayakan pasar (43 dari 188 parameter), dan kelayakan operasional (12 dari 121 parameter). Menurut sistem penilaian yang kami gunakan, bisnis layak untuk dilakukan. Tentunya beberapa asumsi harus diperbaiki dan perusahaan harus bekerja lebih baik agar dapat bertahan, membukukan keuntungan, dan mencapai tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan." (Ini hanya contoh)

Kesimpulan harus berlandaskan fakta yang tervalidasi agar membuat pembaca yakin dan mengerti. Data dan fakta dari riset, artikel, jurnal, dan opini para ahli merupakan bagian penting yang menjadi rujukan pada pembuatan bagian ini. Para pembaca harus paham dengan berbagai analisis yang anda sampaikan dan tidak menimbulkan bias.

Lampiran, Appendiks, Dan Sejenisnya

Jangan lupa untuk cantumkan lampiran seperti cuplikan artikel beserta URL-nya (jika anda mengambil data dari internet), sampel data yang dilakukan saat riset pasar (jika anda melakukan riset secara mandiri), atau dokumen seperti scan sertifikat, foto, gambar, tabel, diagram, rumus, prototype, dll. Bagian ini akan menjadi rujukan saat pembaca mencerna analisis atau pandangan yang disampaikan pada feasibility study.


Feasibility study merupakan salah satu bagian penting dalam analisis bisnis atau projek anda, apalagi bagi bisnis atau projek dengan skala yang besar. Pembuatan laporan feasibility study yang akurat dan objektif akan membantu bisnis memahami sekaligus mendapatkan insight bagi bisnis sekaligus memahami masalah yang dihadapi bisnis. Selamat membuat feasibility study.

Monday, February 24, 2014

Feasibility Study, Format Penulisan (Bagian II)

Ini adalah artikel lanjutan dari "Feasibility Study, Pelajari Seberapa Realistis Suatu Bisnis atau Projek (Bagian I)" yang saya bahas sebelumnya. Dari artikel itu, kita memahami apa yang dimaksud dengan feasibility study dan apa saja hal yang dianalisis di dalam feasibility study. Kali ini, saya akan memberi gambaran format dari feasibility study. Format ini menjadi acuan saya pada contoh sederhana feasibility study yang disampaikan pada artikel berikutnya.

Format Penulisan

Feasibility study akan membantu kita memahami:
  • Seberapa mungkin konsep bisnis atau produk kita akan terwujud.
  • Fakta penting dan gambaran yang akan membantu pengambilan keputusan.
  • Pendekatan alternatif dan solusi yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah yang ditemukan dari hasil analisis.
Pembuatan feasibility study yang tepat akan membuat perusahaan mampu mengetahui celah dan kelemahan yang terdapat pada projek atau bisnis sekaligus berusaha mencari cara dan skenario yang akan dihadapi. Oleh karena itu, proses pembuatan feasibility study harus meliputi seluruh area dari projek atau bisnis sekaligus memuat data, fakta, dan solusi yang kongkrit serta dipahami oleh seluruh pembaca.

Berikut adalah bagian apa saja yang biasanya tercantum pada feasibility study. Perlu diperhatikan bahwa format feasibility study yang ada ini tidak sepenuhnya harus sama dengan yang saya cantumkan di bawah. Beberapa lembaga umumnya memiliki format sendiri untuk diikuti. Selain itu, setiap bagian dari TELOS (saya jelaskan di artikel sebelumnya), juga tidak harus dipecah menjadi satu bab yang membahas secara menyeluruh. TELOS dapat dicantumkan ke dalam bagian yang ada di format ini, jika isinya terlalu singkat. Jika isinya cukup panjang, ada baiknya disampaikan dalam satu bab yang lengkap.  Format penulisan yang umumnya terdapat pada feasibility study adalah sebagai berikut.
  1. Executive Summary
    Bagian ini mencantumkan penjelasan yang singkat dan padat tentang poin utama yang terdapat pada rencana projek atau bisnis anda. Idealnya ditulis kurang dari satu halaman. Dua halaman atau lebih untuk executive summary itu kebanyakan.
  2. Produk/Layanan/Projek
    Menjelaskan manfaat apa yang tersedia dari bisnis atau projek yang anda ingin wujudkan berdasarkan sudut pandang dari pengguna. Jelaskan deskripsi sederhana tentang apa yang anda lakukan dan cantumkan berbagai dokumen yang mendukung seperti paten, rahasia dagang, atau informasi lainnya yang dapat meyakinkan pembaca.
  3. Kondisi Pasar
    Penjelasan tentang seberapa banyak orang yang menggunakan produk/layanan/projek yang anda lakukan. Rencana yang dicantumkan harus dilengkapi data, fakta, dan penelitian. Jelaskan secara rinci siapa target pengguna, berapa persen dari pangsa pasar yang ada, dan adakah kondisi tertentu yang mempengaruhi reaksi target pengguna anda terhadap produk/layanan/projek yang anda tawarkan.
  4. Harga, Keuntungan, dan Dampak Finansial
    Bagian ini menjelaskan tentang berapa biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan projek, atau harga yang harus dibayar pengguna terhadap produk/layanan anda. Akan lebih baik lagi jika dilengkapi dengan berbagai rasio keuangan seperti cost/benefit, ROI, interest rate, gross profit margin, dll. Lengkapi juga dengan berbagai analisis serta skenario yang harus dihadapi oleh produk/bisnis/projek.
  5. Rencana Ke Depan
    Apakah ide ini berpotensi untuk berkembang di masa depan? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkannya? Dan berbagai hal lainnya perlu dijawab dan dicantumkan pada bagian ini.
Secara umum, feasibility study mirip dengan business plan. Hanya saja, business plan berorientasi rencana atau solusi. Feasibility study harus bersifat objektif dan dikaji secara menyeluruh, sementara business plan dapat masih berupa rencana atau ide yang ingin diwujudkan. Pembuatan feasibility study yang baik tentu akan membantu pembuatan business plan di masa berikutnya melalui data dan analisis lengkap yang telah tersedia di dalamnya.

Agar artikel ini tidak kepanjangan, saya akan membahas tentang contoh sederhana dari feasibility study di artikel berikutnya. Sebagai gambaran umum seperti apa bentuk dari feasibility study, anda dapat menggunakan format yang telah saya jelaskan. Bagian berikutnya murni menjelaskan bentuk penulisan feasibility study untuk digunakan pada bisnis.

Feasibility Study, Pelajari Seberapa Realistis Suatu Bisnis atau Projek (Bagian I)

Feasibility study adalah sebuah studi awal terhadap projek baru termasuk biaya, resiko, dan lain sebagainya. Studi ini dilakukan untuk menentukan apakah projek akan sukses dan praktis untuk diterapkan. Feasibility study menjabarkan tentang kekuatan dan kelemahan dari bisnis atau produk yang saat ini dijalankan, lalu peluang dan ancaman dari lingkungan, sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkan bisnis atau projek, dan prospek sukses yang ingin dicapai.

Feasibility study yang dirancang dengan baik harus mencantumkan latar belakang sejarah dari bisnis atau projek, deskripsi dari produk atau layanan, laporan akuntansi, detail dari operasi dan manajemen, riset dan kebijakan pemasaran, data finansial, persyaratan hukum, dan kewajiban pajak. Secara umum, feasibility study lebih memprioritaskan pengembangan teknis dan penerapan projek.

Feasibility study mengevaluasi potensi sukses dari suatu projek. Tujuan dari studi ini adalah menghasilkan studi yang kredibel bagi para investor yang potensial dan institusi yang meminjamkan modal. Oleh karena itu, studi ini harus dilakukan secara objektif, tidak melibatkan bias dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan.

Faktor TELOS pada Feasibility Study

Bagaimana cara menyusun feasibility study? Terdapat framework yang biasa digunakan dalam menyusun feasibility study, salah satunya adalah TELOS. TELOS adalah singkatan dari:
  • Technology and System Feasibility
  • Economic Feasibility
  • Legal Feasibility
  • Operational Feasibility
  • Schedule Feasibility

1. Technology and System Feasibility

Kajian yang dilakukan berdasarkan rancangan dari requirement sistem untuk bisnis atau projek yang akan dilakukan. Kajian ini dilakukan untuk menentukan apakah pihak yang menjalankan bisnis atau projek adalah pihak yang memiliki keahlian teknis untuk menyelesaikan projek.

2. Economic Feasibility

Kajian dengan tujuan menentukan manfaat positif di bidang ekonomi kepada organisasi yang akan menjalankan bisnis atau projek. Kajian ini terkait identifikasi dan kuantifikasi terhadap berbagai manfaat yang diharapkan. Kajian ini biasanya terkait dengan analisis cost/benefit.

3. Legal Feasibility

Kajian yang dilakukan pada rencana bisnis atau projek berdasarkan requirement hukum dan aturan yang berlaku. Misalnya jika anda ditawarkan bisnis website, kajilah apakah bisnis website tersebut telah mematuhi aturan yang ditetapkan oleh kemkominfo dan berbagai undang-undang terkait?

4. Operational Feasibility

Kajian yang dilakukan untuk mengukur seberapa baik sistem yang terdapat pada bisnis atau projek dalam menyelesaikan masalah, dan mengambil keuntungan dari peluang yang teridentifikasi. Kajian ini juga mencakup seberapa baik sistem operasional yang ada memenuhi persyaratan bagi bisnis saat melalui fase pengembangan berikutnya.

5. Schedule Feasibility

Kajian terhadap berapa lama projek atau bisnis dapat diselesaikan berdasarkan perkiraan. Biasanya, kajian ini berisikan perkiraan tentang waktu pengembangan bisnis, apakah bisa diselesaikan dalam waktu yang ditentukan, dan apa saja yang dapat mengganggu pelaksanaan projek atau bisnis ini. Hasil dari kajian dapat disimpulkan untuk menentukan apakah deadline projek atau bisnis ini sangat reasonable.

Begitulah segala sesuatu terkait dengan feasibility study. Pada bagian ke II, saya akan membahas feasibility study berdasarkan kegunaannya dan seperti apa format penulisan yang tepat bagi laporan feasibility study.

Friday, February 21, 2014

Exit Strategy, Kondisi Apa yang Akan Membuat Anda Meninggalkan Bisnis

Exit strategy merupakan rencana perusahaan melepas investasi untuk membuat laba, atau mendorong pemilik bisnis mengurangi dan bahkan menghilangkan kepemilikan. Exit strategy dirancang agar pendiri bisnis memiliki jalan agar dapat keluar dari bisnis yang ia dirikan atau meningkatkan laba bisnisnya, entah karena alasan apapun. Exit strategy biasanya dilakukan dalam penawaran investasi, seperti saham. Bentuk penawaran dapat berupa menjual saham ke pihak lain (sebagian atau sepenuhnya), membawa perusahaan go public, mewariskan bisnis ke anggota keluarga, dll.

Kadang kita tidak pernah tahu apa yang akan dialami ketika menjalani bisnis. Kita juga tak mungkin terus menerus mengurus bisnis. Exit strategy merupakan cara yang dirancang untuk mengatasi hal ini. Jika hal ini telah dirasakan penting bagi anda saat menjalankan, atau bahkan memulai bisnis, berikut lima bentuk exit strategy yang dapat dan telah dilakukan oleh banyak pengusaha.

1. Mencoba Bertahan

Ini bukan istilah galau. Ini adalah strategi dimana pemilik bisnis memilih untuk bertahan seumur hidup di bisnisnya. Apapun yang terjadi. Hidup bersama bisnis adalah tujuan dari pemilik bisnis seperti ini. Memilih strategi ini membuat pemilik bisnis tak perlu memikirkan urusan korporasi apapun selain membuat bisnisnya berkembang dan menguntungkan. Hidup saya bisnis saya, mungkin seperti itu moto atau logo yang mencerminkan cara pandang kehidupan bisnis mereka.

Mencoba bertahan bukan berarti pilihan yang buruk. Banyak juga orang yang memilih strategi seperti ini, entah karena memang sangat menyukai bisnis yang ia kembangkan, menjaga idealisme, atau mungkin memang tidak menemukan pembeli yang tertarik dengan bisnisnya.

Keuntungan "Mencoba Bertahan"

  1. Masa depan anda bergantung pada bisnis anda.
  2. Kendali keuangan sepenuhnya di tangan anda.
  3. Tak perlu pusing mencari cara untuk keluar dari bisnis.

Kerugian "Mencoba Bertahan"

  1. Lebih rentan terhadap ancaman jangka panjang.
  2. Ancaman likuidasi (jika kekurangan dana).
  3. Lebih rentan digoncang bencana finansial dan mental. Partner yang berasal dari luar kadang dapat memberi saran atau bantuan untuk mengatasi hal seperti ini.

2. Likuidasi

Cara yang tidak kalah sederhana dengan cara pertama: likuidasi. Jika pemilik bisnis merasa bisnis ini harus ditutup, ya tutup saja. Meski kelihatannya sepele, cara ini banyak dipilih oleh pemilik bisnis. Anda cukup menggadaikan aset dan mengamankan kas yang ada di dalam bisnis dan tutup bisnisnya. Jika anda berhutang, perhatikan dulu urusan pelunasan terkait hutan karena berpotensi menimbulkan sengketa dikemudian hari.

Keuntungan Likuidasi

  1. Mudah dan sangat wajar. Sesuatu yang telah dimulai, tentu harus diakhiri.
  2. Tidak perlu banyak negosiasi. Paling cukup ke karyawan dan pihak-pihak terkait finansial (seperti debitor) dan hukum.
  3. Tak perlu khawatir dengan urusan pergantian kendali bisnis

Kerugian Likuidasi

  1. Jadi setelah berbagai kenangan yang anda nikmati dari bisnis, bisnis ini harus ditutup?
  2. Pikirkan bagaimana reaksi klien, reputasi anda, dan hubungan bisnis anda yang akan terpengaruh karena bisnis anda yang tiba-tiba hilang. Hal-hal seperti ini kadang sangat berharga.
  3. Para pemegang saham bisa saja akan menjadi sangat kecewa.

3. Menyerahkan Bisnis ke Pihak yang Tepat

Jika anda menonton film "Charlie and The Chocolate Factory" tentu anda tahu bahwa Willy Wonka yang menyerahkan bisnisnya kepada anak yang jadi konsumen loyalnya. Atau di film "Forest Gump" dimana Forest Gump meninggalkan bisnis dengan menyerahkan kepada sahabatnya. Dan dari kedua film ini, jelas sekali terlihat betapa pentingnya menyerahkan bisnis kepada orang yang tepat. Tak harus dari dalam, bisa juga dari luar bisnis anda.

Keuntungan Menyerahkan Bisnis

  1. Anda percaya mereka. Setidaknya itu dulu yang paling penting.
  2. Jika penilaian anda tepat, orang ini setidaknya peduli dengan bisnis yang anda dirikan.
  3. Menjadi kenangan yang baik, bagi anda dan orang pilihan anda.

Kelemahan Menyerahkan Bisnis

  1. Beresiko. Percaya saja kadang tidak cukup.
  2. Menyerahkan bisnis kepada sahabat berpotensi merusak hubungan pertemanan karena urusan bisnis.
  3. Menyerahkan bisnis kepada anggota keluarga juga berpotensi menimbulkan kecemburuan, entah dari anggota keluarga lain atau dari internal perusahaan.

4. Akuisisi

Akuisisi adalah menjual saham kepemilikan pemilik bisnis kepada pihak lain. Cara ini adalah salah satu cara yang paling lazim dipilih sebagai exit strategy. Akuisisi terjadi karena pihak atau perusahaan lain tertarik untuk membeli bisnis yang didirikan. Untuk menjual bisnis dengan tepat, negosiasi adalah hal yang paling penting. Jika anda berharga miliaran, bahkan triliunan rupiah, perjuangkan agar anda mendapatkan harga terbaik. Pihak lain seringkali tidak ragu untuk menekan anda menjual dengan harga yang sangat murah.

Meskipun biasanya digunakan sebagai exit strategy, tidak semua akuisisi yang berjalan mulus. Perbedaan budaya korporat yang tidak cocok dari pemilik bisnis baru berpotensi membuat lingkungan kerja memburuk. Jika anda ingin menerapkan akuisisi sebagai exit strategy, pastikan bisnis anda dapat menarik pembeli dan pastikan juga pembeli merupakan pihak yang tepat dengan budaya korporat yang sesuai bagi perusahaan.

Keuntungan Akuisisi

  1. Berpeluang membuat pemilik bisnis melepas bisnis dengan harga terbaik.
  2. Jika dijual kepada pihak yang tepat, bisnis dapat tetap berkembang dan membuat pemilik bisnis tak perlu khawatir.

Kerugian Akuisisi

  1. Proses administrasi cukup rumit.
  2. Sering memperburuk performa perusahaan jika pembeli bisnis memiliki budaya korporat yang berbeda.
  3. Beberapa pembeli bisnis cenderung bersikap otoriter dan langsung mematikan bisnis yang anda jual jika bisnis tersebut tidak menguntungkan.

5. Initial Public Offering (IPO)

IPO adalah pilihan yang paling seksi, paling mengkilap, dan paling disorot oleh pers. Jika sebuah perusahaan IPO, perusahaan tersebut akan dipantau oleh publik. Ini membuat penyimpangan yang dilakukan oleh perusahaan dapat langsung berpengaruh pada reaksi publik dalam menilai saham. Tapi IPO juga bukan tanpa resiko.

Pemilik bisnis telah menghabiskan waktu, uang, dan tenaga untuk membangun bisnis hingga berkembang dan menghasilkan keuntungan. Tapi publik kadang tidak melihat seperti itu. Seringkali terjadi kasus dimana perusahaan justru tidak sebaik sebelumnya setelah melakukan IPO. Ada terlalu banyak pihak yang terlibat dalam kepemilikan bisnis. Seringkali shareholder tidak memiliki pandangan yang sama terhadap strategi yang ingin diterapkan bisnis anda. Sangat penting untuk memiliki dewan direksi yang tepat yang memiliki visi yang sama bagi kemajuan jangka panjang perusahaan anda.

Keuntungan IPO

  1. Anda akan menjadi halaman depan di berbagai media massa.
  2. Harga saham anda berpotensi meningkat puluhan hingga ratusan kali lipat dari saat ini.
  3. Para venture capital akan berhenti mengganggu anda dan mencampuri urusan bisnis anda (jika anda didanai venture capital yang banyak maunya).

Kerugian IPO

  1. Proses IPO rumit dan lama. Bisa-bisa proses anda hanya berurusan dengan IPO dan kurang melihat perkembangan bisnis anda.
  2. Anda harus membenahi bisnis anda hingga sesuai standard yang diinginkan publik.
  3. Pencatatan akuntansi harus dibenahi (biasanya entrepreneur banyak yang tidak melakukan pencatatan akuntansi dengan baik).
  4. Perusahaan anda harus menghasilkan pendapatan puluhan hingga ratusan miliar untuk dapat melakukan IPO.

Thursday, February 20, 2014

Diversifikasi, Strategi Bisnis dengan Produk dan Pasar yang Baru

Diversifikasi adalah bagian dari strategi korporat untuk meningkatkan volume penjualan melalui produk baru dan pasar baru. Diversifikasi dapat menjadi cara untuk memperluas bisnis dengan masuk ke segmen baru dari industri bisnis yang ada, atau berinvestasi pada bisnis yang menjanjikan yang berasal dari luar area bisnis yang telah dimasuki oleh perusahaan.

Diversifikasi merupakan bagian dari Ansoff Matrix. Matriks ini digunakan untuk menganalisis strategi mana yang tepat yang mesti diambil perusahaan melihat dari kondisi internal dan eksternal saat ini dan ke depannya. Berikut gambar dari ansoff matrix.


Mengapa melakukan diversifikasi? Ketika ukuran semakin membesar, perusahaan seringkali menemukan peluang untuk menambah produk, layanan, lokasi, pelanggan, dan pasar. Melakukan diversifikasi dapat membantu bisnis perusahaan menjadi lebih menguntungkan, atau bertahan di masa depan. Kebanyakan perusahaan yang bertahan lama menggunakan cara ini untuk menambah sumber pendapatan sekaligus memanfaatkan perubahan dan peluang yang ada.

Lalu bagaimana menganalisis bahwa perusahaan butuh diversifikasi? Artikel dari BGLC Online ini menjelaskan dengan lengkap seperti apa caranya. Untuk mengetahui apakah perusahaan butuh diversifikasi, diperlukan analisis internal dan eksternal terlebih dahulu agar memetakan seperti apa kondisi dan prospek perusahaan di masa depan. Dengan memberi bobot pada setiap faktor, mengurutkannya menjadi analisis SWOT, dan menjumlah setiap bobot yang telah diberikan, perusahaan akan memahami strategi apa yang tepat untuk diambil dalam menghadapi situasi bisnis yang sedang terjadi.

Diversifikasi sendiri adalah bagian dari opsi growth strategy, opsi yang dapat diambil perusahaan karena harus bertumbuh setelah dianalisis. Selain diversifikasi, ada juga opsi lainnya untuk growth yaitu concentration. Tapi opsi ini tidak akan kita bahas.

Pilihan apa saja yang tersedia pada diversifikasi? Secara umum, diversifikasi terdiri dari 3 jenis strategi. Setiap jenis memiliki karakteristik berbeda dan perusahaan sebaiknya mengambil jenis strategi yang tepat agar membuat bertahan lama di kemudian hari. Berikut 3 jenis strategi yang ada pada diversifikasi.

1. Diversifikasi Concentric

Ini adalah diversifikasi yang dilakukan karena kemiripan teknologi yang digunakan antar industri. Penggunaan diversifikasi ini dilakukan perusahaan untuk memanfaatkan kemampuan teknikal yang dimiliki, atau resources yang telah tersedia agar dapat memberikan keuntungan. Model ini dapat meningkatkan pangsa pasar sehingga membantu perusahaan meraih laba yang besar

Misalnya anda pemilik adalah pemilik perkebunan gula. Produksi gula anda tidak terserap sepenuhnya untuk para distributor, atau harga yang diberikan distributor ternyata tidak sesuai dengan yang anda harapkan. Perusahaan anda dapat melakukan diversifikasi dengan menjual produk gula eceran untuk menjual sisa gula yang telah anda produksi.

2. Diversifikasi Horizontal

Bentuk dari diversifikasi ini adalah menjual produk atau layanan baru dengan teknis atau sumber daya yang tidak terkait sama sekali dengan yang anda jual namun menyasar pada target pasar yang tertentu. Ini membuat perusahaan dapat menyediakan one stop solution bagi konsumen dalam jenis barang atau jasa yang mereka sediakan.

Misalnya anda adalah penyedia koneksi internet. Konsumen atau target pasar anda ternyata langsung juga suka berbelanja secara online. Anda bisa melakukan diversifikasi dengan membuat situs e-commerce atau menyediakan portal informasi lengkap e-commerce yang dapat memudahkan target pasar berbelanja online dengan koneksi internet yang anda sediakan.

3. Diversifikasi Konglomerat, Atau Diversifikasi Lateral

Perusahaan memasarkan produk atau layanan baru yang sama sekali tidak terkait dengan produk dan layanan yang mereka sediakan. Mengapa perusahaan tertarik melakukan ini? Karena bisnis ini dapat menarik target pasar yang baru. Biasanya, perusahaan yang baru didirikan karena strategi ini hanya memiliki sedikit keterkaitan dengan bisnis yang saat ini dijalankan oleh perusahaan induk.

Lalu mengapa perusahaan tertentu menerapkan strategi ini? Karena strategi ini dapat meningkatkan laba, memberi fleksibilitas bagi perusahaan, dan membuat pasar memahami karakter pasar yang baru ini. Sangat ini sangat beresiko, tapi jika berhasil akan menghasilkan laba yang besar dan target pasar yang potensial.

Misalnya anda adalah perusahaan real estate. Karena tumbuhnya internet di lingkungan sekitar, anda kemudian memutuskan untuk berbisnis menjadi penyedia akses internet. Ini adalah bentuk diversifikasi konglomerat karena real estate dan internet kurang terkait satu sama lain. Namun jika anda berhasil mengembangkan perusahaan ini, maka anda akan mendapatkan sumber laba yang baru dan (mungkin) besar. Dan bisa saja anda berinovasi, misalnya dengan menyediakan fasilitas tambahan seperti menyediakan akses internet di real estate milik anda, atau menjual layanan real estate melalui jaringan akses internet milik anda.


Kesimpulannya adalah, jangan asal diversifikasi. Pelajari dulu kondisi dan prospek perusahaan anda. Lalu analisis, apakah tepat bagi perusahaan untuk melakukan diversifikasi? Setelah itu, barulah tentukan diversifikasi seperti apa yang paling cocok bagi perusahaan anda. Sayangnya, banyak sekali perusahaan yang baru berdiri dan sedang tumbuh, langsung hajar sana-sini dalam melakukan diversifikasi. Berpikir out of the box itu bagus, tapi berpikir fill in the box jelas dapat jadi menguntungkan.